Pemkab Kukar Pastikan Nominal Beasiswa Kukar Idaman Tetap Penuh, Pencairan Dilakukan Dua Tahap

img

Wabup Kukar Rendi Solihin bersama jajaran Kesra Kukar saat melakukan diskusi dengan para mahasiswa. (pic:Tanty)

 

POSKOTAKALTIMNEWS, KUKAR : Usai menjadi perbincangan ramai dan memicu kontra atas pengumuman para penerima Beasiswa Kukar Idaman tahap pertama tahun 2025 pada Senin (11/08/2025) lalu, Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) akhirnya memberikan klarifikasi.

 

Diketahui sebelumnya pengumuman tersebut menuai respons dari sejumlah penerima yang mempertanyakan adanya pengurangan nominal bantuan, yang dinilai berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.

 

Polemik ini semakin mengemuka ketika ratusan mahasiswa Universitas Kutai Kartanegara (Unikarta) yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Unikarta menggelar aksi di halaman Kantor Bupati Kukar pada Kamis (14/08/2025). Mereka menuntut kejelasan pencairan beasiswa dan memastikan agar nominal bantuan tetap sesuai ketentuan awal.

 

Aksi tersebut diterima langsung oleh Wakil Bupati Kukar, Rendi Solihin, yang didampingi sejumlah pejabat Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait. Rendi menyambut aspirasi mahasiswa dengan terbuka dan menegaskan komitmen Pemkab untuk memenuhi hak seluruh penerima manfaat.

 

“Alhamdulillah, kami menyambut baik orasi dari teman-teman mahasiswa. Ini menambah semangat kita untuk terus berbenah. Memang perlu dilakukan evaluasi menyeluruh pada Proram Beasiswa Kukar Idaman,” ujar Rendi saat berdiskusi bersama mahasiswa.

 

Rendi menjelaskan bahwa di tahun ini 2025 tercatat antusiasme pendaftar tertinggi sepanjang sejarah program beasiswa yang diselenggarakan Pemkab Kukar. Dengan jumlah lebih dari 9.000 pendaftar dan 4.000 penerima. Namun dikatakannya anggaran tahun ini hanya sekitar Rp8 miliar, sementara kebutuhan mencapai Rp20,5 miliar.

 

“Kekurangan sekitar Rp12,5 miliar akan kami tutup pada SK Perubahan Bupati nanti,” jelasnya.

 

Ia memastikan seluruh penerima akan mendapatkan nominal sama seperti tahun lalu, yakni Rp5 juta untuk S1/D4 dan sesuai skema untuk tingkat lainnya.

 

“Tahap pertama Rp1,6 juta sudah dibayarkan, sisanya Rp3,4 juta akan dibayar di tahap kedua setelah perubahan anggaran. Tidak ada yang dipotong, hanya pembayarannya dua tahap,” tandasnya.

 

Namun, ketersediaan anggaran murni tahun 2025 hanya sekitar Rp8 miliar, jauh di bawah kebutuhan riil untuk membiayai seluruh penerima.

 

“Di awal sempat terjadi miskomunikasi karena dana yang tersedia tidak mencukupi. Tapi tadi malam, kami sudah membahas bersama Pak Bupati dan OPD terkait. Insyaallah, kekurangan ini akan dibayarkan melalui SK Perubahan Bupati,” jelasnya.

 

Pemkab Kukar memperkirakan diperlukan tambahan sekitar Rp12,5 miliar untuk menutupi kekurangan tersebut. Dengan kondisi ini, skema pencairan tahun 2025 dilakukan dalam dua tahap. Pada tahap pertama, setiap penerima akan menerima Rp1,6 juta, sedangkan sisanya sebesar Rp3,4 juta akan dicairkan pada tahap kedua setelah perubahan anggaran.

 

“Kami pastikan jumlahnya tetap sama seperti tahun lalu untuk semua jenjang, mulai SMA, S1, S2, hingga S3. Perbedaannya hanya di teknis waktu pencairan,” tegas Rendi.

 

Ia juga meminta mahasiswa memahami kondisi fiskal daerah yang terbatas di awal tahun, sambil mengapresiasi tingginya minat masyarakat terhadap Beasiswa Kukar Idaman yang telah menjadi salah satu program unggulan daerah.

“Kami ingin semua tetap semangat belajar. Beasiswa ini akan kami tuntaskan sesuai komitmen. Tidak ada yang berkurang,” Tutup Rendi. (Adv/Tan)